Internasional

Turki Ganti Jadi Turkiye, Ini 7 Negara Yang Mengganti Namanya

Spread the love

– Ada deretan negara di dunia yang ternyata pernah mengganti namanya. Pergantian nama ini dilakukan dengan berbagai alasan.

Faktor seperti politik, sejarah, makna, hingga tujuan citra yang lebih baik di global. situs slot gacor 2022

Misalnya Turki yang belum lama ini mengganti namanya menjadi Türkiye.

Tak hanya negara, ada juga kota, seperti Bangkok di Thailand yang baru-baru ini mengubah namanya menjadi Krung Thep Maha Nakhon.

Berikut 7 negara yang pernah mengganti namanya:

1. Turki

Pertama adalah negara Turki yqng terletak di antara benua Asia dan Eropa.

Turki yang semula memiliki nama internasional “Turkey”, kini meminta dunia internasional untuk menyebutnya dengan nama Türkiye.

Terkait hal ini, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1 Juni 2022 mengumumkan Turki telah berganti nama dari Turkey menjadi Türkiye.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjelaskan terkait alasan di balik perubahan nama ini.

“Türkiye adalah representasi dan ekspresi dari budaya, peradaban, dan nilai-nilai masyarakat Turki,” kata Erdogan, dikutip dari DW, (2/6/2022).

Pergantian nama ini dikaitkan dengan kekesalan Erdogan atas asosiasi negaranya dengan burung Kalkun yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Turkey.

Sebutan Kalkun Turkey ini sama persis dengan penulisan dan bacaan seperti nama negaranya.

Seiring berkembangnya peran geopolitik negara tersebut, Turki disebut menjadi lebih sadar akan citra.

Berbicara tentang ayam kalkun, sesungguhnya diberi nama turkey diambil dari nama negara Turki, karena saat itu ayam kalkun diimpor ke Eropa melalui negara ini.

2. Belanda

Belanda pernah mengubah namanya dari Holland menjadi Netherland.

Pada 2020, para pemimpin bisnis, otoritas pariwisata, dan pemerintah pusat, semua menyebut negara itu sebagai Netherland.

Saat ini, North Holland dan South Holland hanyalah dua dari 12 provinsi yang ada di negara itu.

Perubahan nama ini disebut sebagai upaya menjauhkan Belanda terhadap asosiasi negatif negara dengan pengguna narkoba hingga pelegalan prostitusi.

3. Makedonia utara

Pada tahun 2019 Republik Makedonia secara resmi berubah nama menjadi Republik Makedonia Utara.

Berbeda dengan negara lain, Republik Makedonia mengubah namanya karena alasan politis.

Makedonia Utara berusaha meningkatkan hubungan dengan Yunani, dengan tujuan bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.

Selama ini, Yunani memdebatkan penggunaan nama Makedonia sebagai nama negara tetangga, karena nama Makedonia juga merupakan nama wilayah geografis di Yunani.

Tak hanya itu, Makedonia juga merupakan nama kerajaan Yunani kuno.

Sengketa penamaan ini menyebabkan ketidakstabilan kondisi di wilayah tersebut.

Sebenarnya, Yunani lebih suka negara-negara Balkan melepaskan semua penggunaan istilah Makedonia. Sebagai gantinya, Yunani mengusulkan nama “Republik Vardar” atau “Republik Skopje”.

Namun, setelah negosiasi panjang Republik Makedonia akhirnya disetujui berubah nama menjadi Makedonia Utara

4. Eswatini

Pada April 2018, Raja Mswati III mengganti nama Swaziland menjadi Eswatini pada peringatan 50 tahun pembentukan negara di Afrika itu.

Penggantian ini menunjukkan upaya penguasa Swaziland membebaskan diri dari masa lalu kolonial negara itu.

Nama Swaziland juga kerap kali membuat orang bingung dan menyamakannya dengan Swiss yang memiliki nama internasional Switzerland. Raja tidak menyukai ini.

Eswatini sendiri berarti “Tanah Swazis” dalam bahasa mereka.

5. Ceko

Alasan pemasaran menjadi dasar perubahan nama negara Eropa Tengah, yakni Republik Ceko.

Pada tahun 2016, pemerintah Republik Ceko secara resmi mengubah namanya menjadi Czechia.

Nama ini dinilai lebih pendek dan mudah dilampirkan ke produk.

Namun, Czechia terlalu mirip dengan Chechnya, sebuah Republik di utara Kaukasus, Eropa Timur, sehingga bisa menimbulkan kebingungan.

Meskipun Uni Eropa, PBB dan beberapa perusahaan besar menyebut Ceko sebagai Czechia, tetapi nama itu belum cukup dikenal secara internasional.

Pada 2020, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis malah mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa dia sama sekali tidak menyukai nama Czechia.

6. Cabo Verde

Selanjutnya adalah negara kepulauan di samudra Atlantik bernama Cabo Verde.

Negara yang berada 700 km di lepas pantai Senegal ini mengajukan permintaan perubahan nama pada 2013.

Sebelumnya Cabo Verde disebut sebagai “Cape Verde” yang diambil dari bagasa Portugis cabo verdeyang artinya “jubah hijau”.

Menteri Kebudayaan saat itu mengatakan negara itu mencari nama standar yang tidak perlu diterjemahkan.

Dia juga berharap “Cabo Verde” akan memunculkan asosiasi positif dengan Matahari, laut, dan orang-orang yang bahagia.

7. Sri Lanka

Negara ketujuh yang juga mengubah namanya adalah Sri Lanka di selatan India.

Seperti Eswatini, Sri Lanka mengubah namanya dari nama sebelumnya, Ceylon, untuk melepaskan diri dari asosiasi kolonial.

Meskipun perubahan nama resmi dilakukan pada tahun 1972, ketika merdeka dari kekuasaan Inggris, baru pada 2011, Sri Lanka secara resmi menghapus nama kolonial lama Ceylon dari penggunaan pemerintah.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.