Nasional

Sebaran Kasus Corona 17 Juni 2022, DKI Jakarta Tertinggi Dengan 686 Kasus Baru

Spread the love

Berikut update persebaran kasus baru virus corona (COVID-19) di 34 provinsi di Indonesia (2022-06-17). slot online gacor

Hari ini, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 bertambah 1.220.

Corona19 baru hari ini dikonfirmasi 1.173, lebih banyak dari kemarin.

Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia meningkat menjadi 6.065.644.

Mengutip data yang diterima Gugus Tugas Covid-19, DKI Jakarta memiliki penambahan kasus baru sebanyak 686 kasus.

Jumlah ini lebih rendah dibandingkan kemarin (696 orang).

Pekan berikutnya penyumbang konfirmasi positif Covid-19 terbanyak adalah Jawa Barat (208 orang).

Negara bagian ketiga adalah Banten dengan jumlah penduduk 129 orang dan negara bagian keempat adalah Jawa Timur dengan jumlah penduduk 62 orang.

Dan peringkat kelima adalah Bali, dengan 45 korban.

Berikut rincian analitik jumlah konfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (17/6/2022) dari Gugus Tugas Covid-19.

DKI Jakarta: 686

Jawa Barat: 208

celana dalam: 129

Jawa Timur: 62

Bali: 45

Jawa Tengah: 32

Yogyakarta: 8

Sumatera Selatan: 7

Kalimantan Tengah: 6

Papua Barat: 5

Nusa Tenggara Timur: 5

Papua: 5

Kalimantan Barat: 4

Lampung: 3

Kalimantan Selatan: 3

Kalimantan Timur: 2

Sulawesi Tengah: 2

Sulawesi Selatan: 2

Riau: 2

Gambia: 1

Sumatera Utara: 1

Sulawesi Utara: 1

Bangka Belitung: 1

Kepulauan Riau: 0

Sulawesi Tenggara: 0

Sumatera Barat: 0

Kalimantan Utara: 0

Nusa Tenggara Barat: 0

Bengaluru: 0

Aceh: 0

Gorontalo: 0

Sulawesi Barat: 0

Maluku: 0

Maluku Utara: 0

Baca selengkapnya: Rumah oksigen menjadi bukti peran pengusaha dalam membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19.

Kabar baiknya adalah 556 kasus telah pulih dari Covid-19.

Alhasil, jumlah pasien sembuh saat ini adalah 5901639.

Sementara itu, jumlah kematian akibat COVID-19 bertambah enam orang.

Korban tewas meningkat dari tiga sebelumnya.

Dengan tiga kematian lagi, jumlah kematian kumulatif dari COVID-19 telah meningkat menjadi 156.679.

Memfasilitasi mobilitas dan penuntutan juga meningkatkan kasus Covid-19.

Sebelumnya, Alexander Genting, Kepala Dukungan Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, meyakini lonjakan kasus COVID-19 disebabkan munculnya variabel baru serta faktor lain, seperti laxity. Pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat.

“Namun, peningkatan kasus tersebut dibarengi dengan faktor lain. Salah satu faktor pendorong peningkatan tersebut adalah pelonggaran protokol kesehatan di masyarakat, individu, keluarga atau masyarakat.” 16/6/). 2022).

Faktor kedua, selain perbaikan dan pemulihan ekonomi, menyebabkan peningkatan mobilitas.

Diakuinya terkait mobilitas ini, sudah masuk dalam Gugus Tugas Covid-19 Nomor 18 dan 19 tentang Protokol Kesehatan Bagi Wisatawan Domestik Surat Edaran tentang Protokol Kesehatan Bagi Wisatawan Mancanegara.

“Jadi ini juga berdampak pada timbulnya orang dengan mobilitas tinggi. Artinya banyak WNI yang keluar dan banyak WNA yang masuk ke Indonesia. Selain vaksinasi yang tepat, ini sudah optimal dan banyak persyaratan seperti PCR yang diubah menjadi vaksinasi.” dijelaskan. .

Alex mengatakan pandemi COVID-19 belum berakhir dan virus corona akan terus bermutasi dan menyebar. Untuk itu, pemerintah akan terus menerapkan strategi pengendalian Covid-19 berlapis yang telah diterapkan selama ini.

“Sekarang kami sedang menjalankan program kesehatan di tingkat desa dan kecamatan yang kami sebut kecil. Makanya kami tidak mengizinkan berkemah. Karena itu bagian dari sistem ketahanan negara,” ujarnya.

Baca berita lainnya terkait penanganan Covid-19

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.