Berita

Pengasuh Ponpes Rudapaksa 5 Santriwati, Dilakukan Di Luar Jam Sekolah, Berkedok Nikah Siri

Spread the love

Kepala Sekolah Pondok Pesantren (Bunbis) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dituding melecehkan dan memaksa beberapa santri.

Ada 5 mahasiswi dan 1 mahasiswi yang menjadi korban pelaku korupsi. rekomendasi slot gacor hari ini

Korupsi dilakukan di luar jam sekolah.

Rata-rata usia para korban adalah antara 16 hingga 17 tahun.

Pelaku yang menulis inisial AF diketahui bernama Ban Yu-Wang, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ia juga merupakan pimpinan sebuah pondok pesantren di Kecamatan Singorujuh Banyuwangi.

Bareskrim Polres Banyuwangi, Kumpul Agus Subarna Praga membenarkan kasus tersebut.

“Saya menerima laporan tentang pedofilia dan pelecehan seksual sekitar seminggu yang lalu.”

Pemerintah Suriah mengatakan itu “ditingkatkan ke tahap penyelidikan saat ini”.

Agus mengatakan, aksi pelaku dilakukan di luar jam sekolah.

Dalam aksinya, pelaku dipaksa untuk mengajak semua korbannya dan tunduk pada keinginan koruptifnya.

“Mereka adalah mahasiswa aktif di lembaga pendidikan ini.”

Agus menjelaskan dalam keterangannya yang dikutip Antara bahwa “selama pengakuan, dia melakukan kecabulan di luar jam sekolah dan dipanggil serta dilecehkan”.

Di Suriah, misalnya, cara yang dilakukan pelaku adalah dengan mengawinkan korban secara berurutan.

Namun, pernikahan serial tidak memiliki wali.

“Pelaku menikahi korban, Siri, dan langsung melakukan pembelaan dan mengatakan perbuatan itu sah.”

Dan keluarga korban mengatakan pada Jumat, 26 Juni 2020, “Korban menikah tanpa wali.”

Dari pengakuan korban bahwa pelaku telah melakukan pencabulan sebanyak tiga kali.

Pelaku juga mengancam akan mengeluarkan korban dari pesantren jika menceritakan perilaku korupsinya kepada orang lain dan keluarganya.

“Saya diancam setelah korban berhasil dipancing,” jelasnya.

Kasus tersebut saat ini dalam tahap penyidikan.

Polisi juga memeriksa beberapa saksi terkait kejadian tersebut.

“Polisi masih mengumpulkan bukti untuk mendukung kasus ini, dan kami telah memperoleh bukti otopsi dari rumah sakit,” jelasnya.

Sebagian artikel ini telah dimuat di Surya.co.id dengan judul Pengelola Pesantren di Banyuwangi. Melaporkan Cabul 5 Santriwati, 1 Santriwan dan Cara Licik Mantan Santri DPRD Nodai Banyuwangi Nikahi Siri dan Ancam Diusir dari Sekolah

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.