Nasional

Mendagri: Mohon Maaf, Banyak Kepala Daerah Yang Tidak Paham Posisi Keuangannya

Spread the love

JAKARTA, – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, banyak kepala daerah yang tidak paham dengan posisi keuangan di daerah yang mereka pimpin. bocoran togel jitu

Hal tersebut ia ungkapkan ketika ingin mengetahui banyak dana belanja pemerintah daerah yang masih menyimpan di bank.

Meski ia memahami banyak proyek pemerintahan daerah yang jatuh tempo pembayarannya setelah proyek selesai, namun ia mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya bisa mengatur belanja operasional sehingga tidak seluruhnya realistis.

“Nah ini mohon betul kepada rekan-rekan kepala daerah untuk memberi atensi ini, karena biasanya mohon maaf, saya berapa kali datang ke daerah-daerah, teman-teman kepala daerah banyak yang tidak mengerti tentosis pannya ” ujar Tito pada Rapat Koordinasi Nasional Keuangan Daerah Tahun 2022 di Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Berdasarkan data yang ia miliki, total simpanan pemerintah daerah per 30 April 2022 mencapai Rp 65,59 triliun untuk pemerintah provinsi dan Rp 125,98 untuk pemerintah kabupaten/kota.

Tito mengatakan, banyak dari kepala daerah yang hanya memedulikan eksekusi setiap program tanpa pimpin posisi keuangan daerah yang mereka pimpin. 

Padahal, kepala daerah juga memiliki peran sentral dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar setiap program pemerintah bisa berjalan efektif.

“Realisasi belanjanya, realisasi pendapatannya (tidak mengerti), yang penting program kepala daerah sudah dilaksanakan. Sudah itu saja yang menjadi fokus. Nah yang menguasai itu adalah dari bias, BPKAD, Bapenda yang di Bapenda yang ngerti, ” ucap Tito.

Ia pun meminta agar kepala daerah, kepala BPKAD, dan kepala Bappeda membuat tahapan realisasi belanja agar setiap tahun ada dana yang beredar di masyarakat.

Hal tersebut penting untuk mendorong perekonomian di daerah di pemulihan pandemi Covid-19.

“Yang punya uang banyak kan negara, agar ada uang yang beredar di masyarakat, kalau ada uang yang berdar di masyarakat maka akan memperkuat daya beli masyarakatbubel ekt uk s masyarakat rum mbent tang ” jelas Tito.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *