Nasional

Kuliah Umum Di UGM, Gus Halim: Kebangkitan Indonesia Dimulai Dari Desa

Spread the love

Kebangkitan Indonesia dimulai dari desa. Kejelasan arah pembangunan desa, yang terangkum dalam Sustainable Development Goals desa dan didukung oleh database yang tervalidasi, akan menjadi kunci percepatan pencapaian kesejahteraan penduduk desa.

Halim Iskandar menjelaskan bahwa kejelasan arah pembangunan desa sangat penting untuk kemakmuran desa Indonesia yang sesungguhnya. Dengan tren pembangunan kota yang jelas ini, para pemangku kepentingan di tingkat pusat, daerah, dan kota tidak lagi memikirkan apa yang harus dilakukan untuk kesejahteraan warga kota. togel online resmi dan aman

Ia menegaskan, tidak hanya indikator kinerja pembangunan desa yang harus diamankan, tetapi pembangunan desa saat ini juga harus didasarkan pada database yang jelas. Selama 2,5 tahun terakhir, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) terus mengintegrasikan data desa.

15.47.684 relawan dikerahkan untuk mengamankan status warga desa dengan nama, baik secara individu maupun keluarga.

Selain relawan, data ini juga dikumpulkan dari informasi dari warga desa. Oleh karena itu, data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan mencerminkan situasi obyektif desa, sehingga dapat ditetapkan rencana pembangunan dengan tujuan dan sasaran yang jelas.”

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Desa dan data yang valid memungkinkan Gus Halim, kepala desa dan pengelola desa untuk merumuskan karakteristik desa dan membaca hasil dari 222 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Desa.

Dikatakannya, “Kemampuan tersebut akan sangat berguna dalam mengajukan proyek-proyek pembangunan sesuai kebutuhan masing-masing desa,” ujarnya.

Jose Halim mengatakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kota berkontribusi 84% terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nasional. Ia menjelaskan, menurut Kementerian Dalam Negeri, 91% di antaranya merupakan wilayah desa, dan 11 tujuan pembangunan berkelanjutan nasional terkait erat dengan tanah desa.

Mantan presiden DPRD Jawa Timur itu mengatakan, “Berusaha untuk mencapai 12 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kota berkontribusi 91% untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nasional.”

Sementara itu, dalam hal kewarganegaraan, 71% penduduk tinggal di desa, menurut Kementerian Dalam Negeri. Data dari tujuan pembangunan berkelanjutan desa adalah untuk referensi dan milik desa yang berisi data rinci tentang desa menurut era keberlanjutan. Data ini dikumpulkan oleh 1.547.684 relawan dengan menggunakan dana desa sebesar Rp 1.572.553.390.689. Secara kumulatif, SDGs tingkat nasional mencapai 45,86 dan target puncak mencapai 97,96.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh Nyai Lilik Umi Nashriye, Direktur Eksekutif PPKTrans Aisyah Gamawati, Direktur Eksekutif PEID Harlina Sulistyorini, Presiden BPI Ivanovich Agusta dan Guru Besar Geografi UGM. UGM dan mahasiswa. (*)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *