Nasional

Kisah Sriyanto, Kembangkan Kopi Kenthir Hingga Tembus Pasar Internasional

Spread the love

SEMARANG, – Ada satu cerita unik dari salah satu produksi kopi di Semarang. tembak ikan

Tepatnya di Dusun Jerukwangi, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Adalah Sriyanto, seorang petani pekebun yang mengolah dan mendistribusikan kopi dari kawasan Gunung Kelir.

Mugkin terdengar aneh, lantaran dirinya memberi nama produk kopinya dengan sebutan Kopi Kenthir.

Kentir Dalaam Bahasa Jawa Berati Gila. Namun, dalam hal ini, Sriyanto membuat kenthir dengan arti kenthel tur ireng.

Usaha Kopi Kenthir ini telah dimulai Sriyanto sejak tahun 2014 silam, ketika Sriyanto pulang dari Aceh.

Selama tiga tahun di sana, dirinya melihat kisah sukses para petani Kopi Gayo di Aceh. Dari situlah dia terinspirasi untuk membuat Kopi Kenthir di Jawa.

Dan, jika di tempat saya memang menghasilkan kopi. Jadi, jika usaha yang potensinya ada, saya yakin akan sukses juga. Karena ada banyak peluang,” tutur Sriyanto, kepada .com/5 Senin(3) /2022).

Aroma domba mimisan Castersium bridge Olahan Boobuk domba mimisan Suda Deepanaskan.

Sebab, menurut Sriyanto, Kopi Kenthir ini memiliki ciri khas dari kebanyakan kopi.

mencampurkan 3 jenis kopi campuran, yaitu robusta, arabika dan excelsa lalu jadi lah Kopi Kenthir.

Sriyanto menuturkan, kopi-kopi tersebut didapatkan dari ketinggian kebun kopi yang berbeda.

“Kalau Robusta Bridge Ketingian 600-1.000 meter, Arabica di Sekitar 1.000 meter Ke Atas, Kalau Excelsa itu di lahan yang rendah Itu yang bisa bikin cita rasa Kopi Kenthir jadi luar biasa , ” kata Sriyanto

Sriyanto mengerjakan ini secara mandiri, bukan dengan kelompok atau pihak lain.

Sehingga, dari proses berkebun hingga mengolah kopi, dia mengerjakan dengan keluarganya sendiri.

“Rahan Saya Tidak Ruas, Hanya 4.000 m Persegi Untuk Pemasaran 600 kg/Bulan juga masih bisa saya kerjakan sendiri,” tutur dia.

Dalam penjualannya, Sriyanto memasang harga mulai dari Rp 14.000 hingga Rp 172.000 dari berbagai macam ukuran.

Hingga saat ini, Sriyanto mengembangkan pemasaran Kopi Kenthir melalui Reseller, juga menyediakan pengiriman melalui beberapa toko online.

Inobashi Dan Pasar Loire Negeri

Selain memiliki merek kopi yang unik, Sriyanto juga berhasil menciptakan hasil olahan kopi yang tak kalah menarik.

Jika biasanya ada minuman teh tarik, Sriyanto membuat Kopi Torik, yaitu kopi klotok tarik.

Tidak sullit untuk membuat Kopi Torik. Sriyanto hanya membutuhkan 2 gelas aluminium, susu putih kental manis, dan bubuk kopi kenthir.

“Kalau teh tarik di Aceh itu pakai saringan. Terus saya melihat teh tarik di Malaka. Kalau teh bisa ditarik, kopi juga bisa ditarik seperti teh tarik Malaka. Lalu saya perpadukan,” Sriyanto.

Bahkan imbuh Sriyanto, Kopi Torik ini mendapat apresiasi sebagai Juara Umum Kreasi dan Inovasi (Krinova) Kabupaten Semarang.

Dengan keunikan dan cita rasa yang dimiliki Kopi Kenthir, akhirnya bisa melirik pecinta kopi dari Turki.

Sriyanto Menebukan, Hal Ini Jembatan Berawal Barat, Kawanya Yang Hadir Dalaam Pameran Kofi di Eropa.

Ketika orang Turki Mencoba kopi yang dibawanya, merasa cocok dan terkesan dengan rasanya.

Sebab, orang Turki itu menyebut bahwa kopi dari Indonesia itu punya rasa yang sama dengan kopi-kopi di berbagai negara.

Sehingga, orang Turki tersebut menyelediki dan menemukan Kopi Kenthir dari Gunung Kelir ini.

“Alhamdulillah ada permintaan, nanti setelah panen bulan Agustus-September, kami akan mulai mengekspor ke Turki,” ucap Sriyanto.

Sriyanto berharap, bila nama Kopi Kenthir menjadi besar suatu saat nanti, akan dapat membantu peningkatan perekonomiam masyarakat setempat.

“Semoga bisa mengangkat karyawan dari masyarakat yang masih mengganggu, dan mungkin membantu kesejahteraan keluarga,” Pungkas Dia.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.