Nasional

Dirancang Untuk Menambah Pendapatan Warga, Ini Sebaran 6 TPST Di Banyumas

Spread the love

JAKARTA, – Sejumlah 6 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah segera diresmikan.

Melansir laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (9/6/2022), proyek yang dilaksanakan serentak sejak tahun 2020 ini disebut bisa menambah pendapatan warga sekitar. slot deposit pulsa 5000

Dukungan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya di setiap TPST berupa hanggar, bangunan kantor, ruang manggot, biopond manggot, dan pengadaan mesin conveyor.

Selain itu, disediakan pula mesin pencacah sampah organik, mesin pres plastik, mesin pemilah sampah, motor roda 3, dump truck, dan sarana pengolahan sampah.

Selanjutnya, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa memiliki peran dalam mendukung operasional dengan skema melibatkan masyarakat setempat.

Sehingga diharapkan keberadaan TPST tidak hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan pembelajaran bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah serta penyerapan tenaga kerja.

Adapun sebaran 6 TPST di Banyumas adalah sebagai berikut:

Desa ini berada diKecamatan Cilongok dengan cakupan layanan 980 KK, pasar, dan rumah sakit.

TPST ini dibangun di atas lahan kas desa dengan kapasitas pengolahan sampah masuk 16 meter kubik per hari dan sampah residu 1,56 meter kubik per hari.

Biaya pembangunannya bersumber dari APBN TA 2020 senilai Rp 3,3 miliar. Pengolahaan TPST ini menghasilkan output berupa pupuk kompos, sampah non-organik yang siap jual, manggot serta bubur pakan manggot.

Lokasi 2 berada di Kecamatan Pekuncen yang terletak di kawasan Bisnis Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

TPST dibangun di atas lahan kas desa dengan kapasitas sampah masuk 18,5 meter kubik per hari dan sampah residu 1,79 meter kubik per hari untuk melayani 1.500 KK.

Pengelolaan TPST dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Karangklesem berjumlah 25 tenaga kerja dengan estimasi pendapatan Rp 1.100.000 per bulan.

Selanjutnya berada di Kecamatan Banyumas dengan cakupan layanan 1.000 KK.

Pembangunan TPST bersumber dari APBN senilai Rp 3,4 miliar dengan kapasitas 18 meter kubik per hari dan sampah residu 1,67 meter kubik per hari.

Lokasi 4 berada di Kecamatan Rawalo dengan kapasitas sampah masuk 22,8 meter kubik per hari dan sampah residu 2,08 meter kubik per hari.

Sistem pengolaan sampah ini telah membantu menyerap tenaga kerja sebanyak 25 orang dan mengurangi sampah dari 1.000 KK di Kecamatan Rawalo.

Sehingga, TPST ini bisa mewujudkan lingkungan yang bersih, meningkatkan nilai kesehatan, dan kenyamanan warga setempat.

Lokasi selanjutnya terletak di dekat lokasi wisata Baturaden yang dikelola oleh Badan usaha milik desa (BUMDes).

TPST dibangun dengan kapasitas sampah masuk 25,5 meter kubik per hari dan sampah residu 2,03 meter kubik per hari dengan cakupan layanan mencapai 3.210 KK.

Selain menghasilkan sampah kompos dan sampah non-organik, pengelolaan TPST Rempoah juga menghasilkan bubur pakan maggot sehingga membantu para peternak maggot yang berada di sekitar TPST.

TPST keenam berada di Kecamatan Sokaraja yang dapat mengurangi konsumsi sampah rumah tangga dari 2.000 KK.

TPST dibangun dengan biaya sebesar Rp 3,5 miliar dengan kapasitas 17,3 meter kubik per hari dan menampung sampah residu sebesar 1,63 meter kubik per hari.

Pengelolaan sampah di TPST ini hampir sama dengan daerah lain, yakni mengembangkan metode pembuatan kompos.

Sampah organik akan diolah dan diproses menjadi pupuk kompos, sementara untuk sampah non-organik berupa kantong plastik dicacah dan dijual untuk bahan baku produk-produk yang bernilai ekonomis.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *