Kesehatan

Dinamika Yang Dihadapi Penyandang Disabilitas Perkembangan

Spread the love

– Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama.

Dalam berinteraksi dengan lingkungan, penyandang disabilitas dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan orang lain berdasarkan kesamaan hak. slot online terpercaya dan terbaik

Terdapat beragam jenis disabilitas salah satunya disabilitas perkembangan. Disabilitas perkembangan atau lahir menghambat pertumbuhan dan perkembangan satu atau beberapa bagian tubuh manusia.

Gangguan ini dapat berdampak pada otak, sumsum tulang belakang, dan sistem saraf.

Seseorang yang mengalami disabilitas perkembangan dapat menunjukkan masalah perilaku, kejang, ketidakmampuan untuk bergerak, dan kesulitan komunikasi.

Psikolog Tri Puspitarini, S.Psi., M.Psi menjelaskan dinamika yang dihadapi penyandang disabilitas perkembangan.

“Biasanya mengalami masalah akademik. Anak dicap autis, bodoh, pengganggu, pembullyan kata-kata, perundungan fisik, dan penolakan,” ujar Tri Puspitarini dalam acara Daewoong Media Day dalam isu Developmental Disability, Selasa (31/5/2022).

Penyandang disabilitas perkembangan mengalami beberapa hal seperti masalah akademik, konsep diri negatif, masalah keluarga dan keuangan, serta masalah komunikasi dan pergaulan.

1. Masalah akademik

Umumnya, siswa penyandang disabilitas memiliki kesulitan dalam akademik seperti memiliki riwayat beberapa kali pindah sekolah, ditolak sekolah tertentu, dan nilai yang buruk.

Tak sedikit orang tua yang baru mengetahui anaknya memiliki disabilitas perkembangan atau developmental disabilities saat akan anaknya ke sekolah dasar, sehingga sudah agak terlambat dalam penanganannya.

/AGIE PERMADI Santri penyadang disabilitas netra tengah menghapalkan Alquran di Mesjid Pondok Pesantren (ponpes) Tunanetra Sma’an Darushudur, di Kampung Sekegawir, Kecamtan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (24/4/2022). Setiap hari sebanyak 25 santri/wati yang mondok di ponpes tersebut harus menyetorkan hafalan kepada penguji. Ponpes yang berdiri sejak tahun 2018 ini telah banyak mencentak para hafiz Alquran disabilitas netra.

2. Konsep diri negatif

Banyak anak-anak yang mengalami disabilitas perkembangan melabeli dirinya bodoh, nakal, aneh, pemarah, pengganggu, autis, dan sebagainya.

Hampir semua dari anak penyandang disabilitas perkembangan pernah mengalami perundungan, pengucilan, dan pengabaian.

3. Masalah keluarga dan keuangan

Usaha yang konsisten seperti terapi yang terjadwal, pemeriksaan neurologi secara berkala, beberapa melakukan pengaturan gizi (diet) yang ketat, serta perawatan khusus.

Dibutuhkan orang tua atau keluarga yang tekun dan sabar dikarenakan juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

4. Masalah komunikasi dan pergaulan

Dalam pergaulan siswa berkebutuhan khusus juga sering mengalami penolakan dari kelompok teman sebaya.

Mereka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan dianggap tidak nyambung sehingga tidak diajak bermain.

Beberapa dianggap aneh karena pada anak-anak dengan gangguan spektrum autis seperti lebih kesulitan dalam merespons percakapan sosial atau aturan dalam permainan.

1. Pelayanan kesehatan esensial

Beberapa kasus memiliki kerentanan daya tahan tubuh yang berbeda dengan anak non-penyandang disabilitas.

Mereka ada yang memiliki sejumlah alergi dan intoleransi sehingga berdampak pada kesehatan tubuhnya.

2. Pelayanan kesehatan khusus

Beberapa membutuhkan alat bantu seperti kacamata khusus, alat pendengaran khusus, alat-alat penopang tubuh, sepatu ortopedi, media belajar khusus, serta alat-alat permainan khusus.

3. Pelayanan terapi

Terdapat pelayanan terapi khusus yang dibutuhkan seperti fisioterapi, psikoterapi, terapi sensori integrasi, terapi okupasi, terapi perilaku, terapi wicara, terapi nutrisi, dan sebagainya sesuai dengan jenis dan tipe disabilitasnya.

4. Pelayanan psikologis

Penyandang disabilitas perkembangan membutuhkan identifikasi dan diagnosa yang tepat dari ahli seperti psikolog atau psikiater, yang dapat memberikan informasi yang lengkap dan rinci, serta merancang pelayanan yang tepat.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.