Lifestyle

Atasan Memberi Pekerjaan Di Luar “Jobdesk”? Begini Cara Menolaknya

Spread the love

– Beberapa karyawan pasti pernah merasakan dilema ketika diberi pekerjaan yang di luar jobdesk sehari-harinya. slot deposit pulsa

Di satu sisi mereka sungkan menolak apalagi jika si atasan yang memberi perintah secara langsung.

Tapi, di sisi lain mereka punya banyak pekerjaan yang belum rampung dan terancam molor dari deadline.

Dalam hal ini, keterampilan menetapkan batas dan menolak pekerjaan di luar jobdesk secara halus sangat diperlukan karyawan.

Misalnya dengan mengikuti beberapa cara dari pakar karier berikut ini supaya tidak overworked karena perasaan tidak enak.

Seperti apa?

1. Memilih waktu yang tepat untuk menolak

Pertanyaan “Bisakah kamu melakukan ini?” adalah awalan yang sering didengar karyawan dari atasan mereka.

Jika mengatakan “ya” tentu pekerjaan tambahan yang di luar jobdesk akan diberikan kepada mereka.

Tapi, jika menjawab “tidak” mereka seringkali khawatir dengan masa depan karier di tempat kerjanya.

Untuk masalah serba sulit tersebut karyawan dapat memberikan tanggapan apabila permintaan atasannya masuk akal.

Pasalnya belajar menyelaraskan prioritas atasan dengan kepentingan karyawan adalah cara mengelola hubungan dan karir.

Terlebih atasan terkadang tidak menyadari bahwa permintaannya membuat karyawan overload pekerjaan.

Dengan begitu, karyawan dapat mengetahui bagaimana cara mereka bekerja dan membuat atasan paham.

Pelatih karier Jasmine Escalera mengatakan, karyawan yang terus mengiyakan permintaan atasan mungkin punya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan di luar jobdesk-nya.

Tapi, itu bukanlah kemauan mereka dan menyebabkan pekerjaan tambahan yang diberikan tidak membawa pengaruh untuk tim sendiri.

2. Memberi tahu rekan kerja

benzoix/ Freepik Ilustrasi menolak.Pekerjaan tambahan di luar jobdesk bisa juga datang dari rekan kerja yang barangkali meminta bantuan.

Untuk masalah itu karyawan dapat menolak bila tidak bertanggung jawab kepada rekan kerjanya.

Apalagi jika karyawan tidak memiliki cukup waktu dan masih bisa diatasi dengan melimpahkan ke rekan kerja lainnya.

Seperti yang disarankan Presiden Konsultan Pengembangan Kepemimpinan Careerstone Group, Mary Abbajay.

“Supaya lebih ramah dan membantu tanpa mengatakan ‘ya’ jika Anda tidak punya waktu untuk melakukannya,” kata Abbajay.

Ia menyampaikan, karyawan terlalu sungkan mengatakan “tidak” berisiko membebani diri sendiri dan pekerjaan bisa saja terlambat diselesaikan.

3. Lebik baik menolak atasan jika punya solusi

Kesalahan terbesar karyawan menurut Brown adalah tidak memikirkan solusi ketika mengatakan “Saya tidak punya waktu untuk ini” saat kewalahan dengan pekerjaan yang diberikan atasan.

Tapi, saat menolak permintaan atasan usahakan berbicara dengan formal dan berikan penjelasan soal pekerjaan apa yang ingin diprioritaskan.

Saat berbicara, karyawan ada baiknya juga mengakui otoritas pengambilan keputusan atasan dan menyesuaikan prioritas diri sendiri.

Saran tersebut diberikan oleh psikolog organisasi perusahaan konsultan Gallaher Edge, Laura Gallaher.

“Jika saya membantu atasan dengan itu sekarang, maka saya akan menyelesaikan tugas/ proyek ini di kemudian hari. Apakah itu akan sesuai untuk Anda?” tutur Gallaher.

Ketahuilah bahwa atasan mungkin memiliki ego agar keinginnya dipenuhi dan tidak menyadari karyawannya sudah kebanyakan pekerjaan.

Masalah itu, di sisi lain, dapat diatasi apabila karyawan mampu menjelaskan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan pekerjaannya.

Dengan begitu, karyawan punya data saat meminta tolong kepada atasan untuk melimpahkan pekerjaan ke rekan kerja lainnya.

pressfoto/ Freepik Ilustrasi atasan dengan karyawan.Gallaher turut menyarankan agar karyawan meminta atasannya bertemu pimpinan yang lebih tinggi untuk mendapatkan kejelasan saat tidak ada kesepakatan.

Namun, bila atasan terus-menerus memberikan pekerjaan di luar jobdesk tidak ada salahnya untuk mencari pekerjaan lain menurut saran Escalera.

“Jika tidak ada yang benar-benar ada untuk mendukung dan pekerjaannya terlalu banyak, mungkin ini saatnya untuk bertanya pada diri sendiri, ‘Apakah ini benar-benar perusahaan atau organisasi yang saya perlukan saat ini?'” katanya.

“Apakah ini tempat di mana saya dapat benar-benar berkembang?” pungkas Escalera.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.