Berita

Asal Main Gebuk Hingga Korbannya Tewas, Sopir Dump Truk Di Medan Labuan Divonis 5 Tahun Penjara

Spread the love

Bendahara di Geeta Square, Nadia Puteri, Saudara Tarrigan

Medan – Didi Iskandar Elias Iskandar, warga Shimati, kecamatan Rabuhan, Medan, Sumatera Utara, divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Medan, Kamis (19/5/2022). sbobet

Dia dihukum karena menganiaya Ronnie Alvarez sampai kematiannya.

“Hukumannya dikurangi menjadi lima tahun dan diperintahkan untuk tetap menahan terdakwa Didi Iskandar dan Alias ​​Iskandar selama mereka ditahan sementara,” kata Ketua Majelis Hakim Ulwan Selahi.

Pengadilan memutuskan bahwa terdakwa telah memenuhi unsur pidana melakukan tindak pidana penyiksaan yang mengakibatkan kematian sesuai dengan ketentuan Pasal 351 (3) KUHP.

“Memparah, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata hakim.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Agung Franciskawati Nainggolan (JPU), yang sebelumnya mendakwa Didi enam tahun penjara.

Jaksa mengatakan, kasus dimulai sekitar pukul 15:00 pada 19 Oktober 2021, ketika terdakwa yang merupakan pengemudi truk sampah oranye memasuki gudang laut di Jalan Kuala Lumpur untuk memuat pakan ternak. (BKK).

Sekitar 30 menit kemudian, terdakwa selesai memuat pakan ternak.

Kemudian, sekitar pukul 15.45 WIB, para terdakwa mengambil dump truck dari gudang dan memarkir truk tersebut di pinggir jalan KL Yos Sudarso sepanjang 14,5 km, dengan bak truk yang berisi pakan hewan ditutup terpal plastik.

Terdakwa mendatangi pengelola untuk meminta biaya perjalanan.

Penuntut mengatakan, “Terdakwa kembali ke tempat truknya diparkir setelah sekitar 10 menit, dan sekitar pukul 16:00, sekitar 5 meter, terdakwa menyaksikan gerakan mencurigakan di bawah terpal plastik truk sampahnya. “

Terdakwa mengambil sebatang kayu yang panjangnya sekitar satu meter tergeletak di lantai, kemudian naik ke bagian belakang dump truck dan berdiri di atas pakan ternak yang ditutup dengan terpal plastik.

Terdakwa melihat gerakan dibawah sprei menjadi semakin curiga seperti ada yang sedang bekerja, dan terdakwa memukul sprei bergerak dengan pohon yang dipegangnya sebanyak enam kali, dan terdakwa melihat seseorang turun dan mencoba untuk melompat. . di belakang truknya.

Terdakwa juga memeriksa bagian belakang truk dengan meremas pakan ternak yang ditutup dengan lembaran plastik, dan terdakwa kembali melihat ada sesuatu yang bergerak di bawah lembaran plastik tersebut.

Kemudian terdakwa memukul bagian bergerak terpal plastik sebanyak empat kali dengan kayu yang dipegangnya dengan tangan kanan,” jelas jaksa.

Ketika tidak ada gerakan di bawah bungkus plastik, terdakwa turun dari dump truck dan mengencangkan sabuk terpal yang longgar. Terdakwa kemudian mendatangi seorang rekan pengemudi yang sedang berdiri di pinggir jalan, dan terdakwa mengatakan kepada temannya bahwa dia “bersenang-senang” setelah dia menabrak pria yang mencuri hijauan dari belakang truk.

Kemudian salah satu dari mereka dipukuli oleh terdakwa, tetapi dia bertanya siapa yang tidak dia kenal.

Terdakwa kemudian naik ke truknya, membongkar terpal, dan mengidentifikasi siapa yang memukulnya.

Saksi Ilham melihat korban Ronnie Alvarizi sudah tidak sadarkan diri.

Terdakwa dan Elham juga membawa korban ke RS Dalima untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Jaksa menyimpulkan, “Otopsi pada 2 November 2021 mengungkapkan bahwa korban, Ronny Alvarezi, adalah seorang dokter umum di Rumah Sakit Umum Delima, Medan, yang menjelaskan bahwa korban, Ronny Alvarezi, meninggal karena cedera kepala pada 19 Oktober 2021 di 18:20 WIB.” (cr21/-medan.com)

Artikel ini tayang di Medan.com dengan judul GEBUKI Bajing Loncat Tewas, Sopir Truk Divonis 5 Tahun di Medan Labuhan.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *