Kesehatan

Apakah Gelombang Keempat COVID-19 Masih Menghantui Anda? Ini Prediksi Ahli Epidemiologi

Spread the love

Dickie Bodman, ahli epidemiologi di Griffith University di Australia, mengatakan gelombang COVID-19 berikutnya masih sulit diprediksi. Mengingat waktu puncaknya COVID-19, gelombang yang paling lama muncul adalah 4 bulan dari gelombang sebelumnya. slot pulsa gacor

Seperti diketahui, gelombang ketiga Corona 19 yang disebut ‘satgas’, memiliki 400.000 kasus terkonfirmasi mingguan pada pertengahan Februari, sehingga kemungkinan munculnya gelombang baru dievaluasi pada akhir Mei atau awal Juni 2022. .

Periode ini akan menentukan apakah Indonesia masih berisiko atau sudah memasuki fase pengendalian pandemi COVID-19.

“Ini sebenarnya berarti Juni mendatang akan menjadi ujian bagi Indonesia. Gelombang baru, meski kecil, akan terjadi,” jelasnya.

“Tentunya gelombang sudah bisa terjadi, tapi masalahnya deteksinya sangat rendah,” kata Dickey.

Namun, Dickie menegaskan bahwa indeks evaluasi wabah COVID-19 saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah orang yang terinfeksi tetapi juga oleh tingkat kematian. Tingginya angka kematian tersebut berarti Indonesia masih dalam fase akut pandemi COVID-19, atau terdapat risiko munculnya strain baru dengan karakteristik yang berbeda.

“Pada tahun ketiga kami mendominasi dunia Omicron dan turunannya, kami tidak hanya melihat contoh cedera, tetapi kami melihat keseriusan dan perubahan kepribadian atau bahkan lebih banyak variabel bencana,” katanya.

Dicky tidak memungkiri bahwa kekebalan masyarakat Indonesia terhadap COVID-19 bisa mengurangi risiko rawat inap. Namun, pentingnya vaksinasi booster diingatkan untuk meningkatkan kekebalan setelah vaksinasi.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.