Dunia

Aksi Wanita Telanjang Di Festival Film Cannes 2022 Memprotes Kekerasan Seksual Dan Perang Di Ukraina

Spread the love

Jakarta – Festival Film Cannes 2022 kembali menjadi sorotan dunia. Ini tidak ada hubungannya dengan film, tapi kali ini karena insiden di mana seorang wanita dengan payudara telanjang melintasi karpet merah pada 20 Mei 2022. Tubuhnya dicat dengan warna bendera Ukraina dan tulisan “Jangan perkosa kami”. “. slot pulsa gacor

Wanita yang dikutip CNN pada 21 Mei 2022 itu juga mengenakan celana dalam dengan noda darah di atasnya. Ini memperkuat kritiknya terhadap pemerkosaan seorang tentara Rusia terhadap seorang wanita Ukraina.

Aksi wanita tersebut juga diunggah ke media sosial, termasuk Twitter. Kata ‘sampah’ juga terukir di pinggang. Akun Twitter SCUM menulis: “Aktivis SCUM turun ke karpet merah meriah untuk mengutuk kekerasan seksual yang dialami oleh wanita Ukraina dalam konteks perang.”

SCUM tampaknya merujuk pada Manifesto SCUM 1967 oleh sarjana feminis radikal Valerie Solanas. Meski buku tersebut berusia 55 tahun, sejarah organisasi yang mengorganisir protes tersebut tidak jelas.

Sebuah video yang diposting di Twitter menunjukkan penjaga keamanan menutupi wanita itu dan mengawalnya di karpet merah. Kami sempat berdiri di depan reporter dan fotografer yang berbaris di luar red carpet.

Setelah itu, para penjaga membawa wanita itu dari tempat itu. Tindakannya mengganggu ketertiban tamu di karpet merah Festival Film Cannes, termasuk Tilda Swinton dan Idris Elba.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan telah terjadi ratusan pemerkosaan, termasuk pelecehan seksual terhadap anak-anak, di daerah-daerah yang dikuasai Rusia.

* Apakah itu nyata atau scam? Untuk memverifikasi kebenaran informasi yang disebarluaskan, silakan kirim Liputan6.com Fact Check Number 0811 9787670 ke WhatsApp dengan kata kunci yang diperlukan.

Zelensky juga sempat mengirimkan video pidatonya dengan latar belakang upacara pembukaan Festival Film Cannes. Upacara pembukaan Festival Film Cannes ke-75 yang diadakan di Palais des Festivals and Congresses di Prancis berbeda dari sebelumnya.

Presiden Ukraina mengeluarkan pernyataan kepada publik di Istana pada malam Selasa, 17 Mei 2022 waktu setempat: “Kami akan memenangkan perang ini”.

Dalam video langsung Kyiv yang dikutip oleh The Hollywood Reporters pada 18 Mei 2022, Zelensky berbicara kepada pembuat film, pers, penonton festival, staf, dan selebritas seperti Julianne saat invasi Rusia ke Ukraina berlanjut. Moore dan Forrest. Whitaker. Dia berkata: Film tidak diam.

Dalam pidato penuh semangat yang diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Prancis dan kemudian ke dalam bahasa Inggris di istana, Zelensky membahas film-film, termasuk Adolf Hitler dan diktator besar Charlie Chaplin, sebuah sindiran tentang Nazisme, yang diproduksi pada tahun 1940, sebelum Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II. waktu. II. .

Pembuat film diminta untuk tidak duduk diam selama perang. “Para diktator paling brutal di abad ke-20 menyukai film,” kata Zelensky, ironisnya, seraya mencatat bahwa film tentang para tiran ini adalah “berita dan dokumenter yang mengerikan.”

Zelensky juga mengutip kalimat terkenal Francis Ford Coppola dari film perang Vietnam Apocalypse Now, mengatakan “Saya suka bau napalm di pagi hari”, mengutip invasi Rusia dan pemboman Ukraina “dimulai di pagi hari”.

Hakim Vincent Lyndon, Rebecca Hall, Joachim Trier, Jeff Nichols, Naomi Rapas, Asghar Farhadi, Yasmin Trinca dan Ladge Lee menyaksikan podium saat Presiden berbicara.

Pembawa acara malam itu menyebutkan bahwa “sutradara Ukraina dan sutradara pembangkang Rusia” telah menetap di Cannes, dan film pemenang penghargaan Palme d’Or tahun 1958 ‘Crane are Flying’ mencerminkan kengerian Perang Dunia II selama era Soviet. Dia bahkan menyebutkan bahwa itu adalah film tentang itu.

Festival ini dimulai dengan festival komedi-komedi pertama “Coupéz” yang disutradarai dalam bahasa Prancis oleh Michel Hazanavicius. Judul film sebelumnya adalah Z, tetapi nama film diubah setelah surat dikirim ke Hazanavicius, dan festival film melihat huruf “Z” menjadi simbol invasi Rusia ke Ukraina dan protes pro-Rusia.

Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan perubahan nama, sutradara mengatakan, “Film saya dibuat untuk menghibur dan saya tidak ingin ada hubungannya dengan perang ini, secara langsung atau tidak langsung, dengan cara apa pun.”

Seperti diberitakan sebelumnya oleh Global Liputan6.com, Rusia menepis spekulasi “omong kosong” bahwa Rusia akan menyatakan perang habis-habisan terhadap Ukraina. Moskow sejauh ini membantah berpartisipasi dalam perang, menggambarkan invasi itu sebagai “operasi militer khusus”.

Namun, pejabat Barat berspekulasi bahwa Presiden Vladimir Putin dapat mengumumkan perluasan aksi militer melalui parade kemenangan pada 9 Mei 2022. Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan rumor itu “tidak benar sama sekali.”

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *