Nasional

2 Calon Lokasi Usai Pergelaran IIM 2022

Spread the love

JAKARTA, – Dalam waktu dekat, pada Juni 2022 akan hadir perhelatan lomba marathon di Indonesia. judi tembak ikan

Lomba yang mendapat dukungan antara lain dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Toko Ritel Negara Sarinah, Pemerintah Provinsi Bali, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, dan Hotel Indonesia Natour berjudul Indonesia International Marathon (IIM).

“Kami memperkenalkan Indonesia International Marathon (IIM) sebagai kompetisi lari marathon internasional pertama milik Indonesia,” kata Chairman Organizing Committee Indonesia International Marathon Made Cakra Adi dalam jumpa media pada Selasa (31/5/2022) di Sarinah, Jakarta.

Secara komplet, perhelatan lari untuk nomor cabang full marathon (42,195 kilometer) bertajuk Indonesia Internasional Marathon Meet & Greet.

Menurut informasi dari Race Director Komite Indonesia Internasional Marathon Riena Tambunan dalam kesempatan jumpa pers itu, kegiatan berlangsung pada Minggu (26/6/2022).

“Acara berlangsung di Bali,” kata Riena.

/HERU DAHNUR Pagoda Nusantara di Desa Rebo, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (16/5/2022).

Prestasi Eduardus Nabunome

Akun Instagram @samudera_datu Eduardus Nabunome (kanan) bersama siswa asuhannya di Eduard Atletik Club (EAC), Samudera Datu (kiri). Foto berasal dari akun Instagram @samudera_datu .

Lebih lanjut, Riena menerangkan bahwa penyelenggara menyiapkan uang hadiah Rp 1 miliar jika para peserta bisa memecahkan rekor nasional marathon.

“Sudah 29 tahun lamanya, rekor ini belum terpecahkan,” kata Riena sembari menyebut nama mantan pelari nasional Indonesia, mendiang Eduardus Nabunome.

Dalam penelusuran , Eduardus Nabunome mencetak rekor marathon sebagaimana dimaksud Riena Tambunan dengan catatan waktu 2 jam, 19 menit, dan 18 detik.

Eduardus Nabunome mencatatkan prestasinya itu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIII Jakarta 1993.

Tanggal pencatatan rekor itu adalah 12 September 1993.

Kurniasih Budi Mantan atlet marathon Indonesia Eduard Nabunome (berdiri kaus dan topi hitam) menyaksikan anak perempuannya, Teta Nabunome berlatih atletik pada 2020 di Lapangan Terbuka GOR Ceger, Jakarta Timur.

Eduardus Nabunome yang lahir di Pene Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 12 April 1968 ini juga menjadi pemegang rekor lari 10 kilometer jalan raya pada ajang Bali 10K di Denpasar, 20 Oktober 1989.

Catatan waktunya adalah 29 menit dan 25 detik.

Eduardus Nabunome adalah pemegang tiga medali emas berturut-turut untuk nomor lari 10.000 meter putra pada SEA Games 1987 (Jakarta), 1989 (Kuala Lumpur), dan 1991 (Manila).

Sejak wafat pada Senin (12/10/2020) pukul 21.20 WIB, lantaran serangan jantung di usia 52 tahun, Eduardus Nabunome mewariskan sekolah atletik untuk anak-anak usia muda, mulai dari level sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA).

Sekolah yang kini dalam pengelolaan istri Eduardus Nabunome, Marcellina Ina Piran itu bernama Eduard Atletik Club (EAC).

Para murid EAC biasanya berlatih di lintasan atletik di dalam Gedung Olahraga (GOR) Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

/JOSEPHUS PRIMUS Anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah atas siswa Eduard Atletik Club (EAC) berlatih atletik di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Foto diambil pada Selasa, 16 Maret 2021.

Pengelolaan IAC masih terbilang sederhana dengan menerapkan ongkos iuran sekolah rata-rata Rp 50.000 per bulan.

Menjawab pertanyaan berkenaan dengan hadiah jika ada pemecahan rekor, Riena Tambunan mengatakan bahwa hadiah uang memang diberikan penyelenggara kepada pemecah rekor.

“Tapi, kami akan memberikan atensi juga kepada keluarga Eduardus Nabunome,” kata Race Director Komite Indonesia Internasional Marathon Riena Tambunan.

Lebih lanjut, Riena Tambunan menyebut usai IIM 2022 sudah ada dua lokasi calon IIM berikutnya.

Kedua lokasi itu adalah Belitung di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Kemudian, ada lokasi berikutnya adalah Lombok di Provinsi Nusa Tenggra Barat (NTB).

Menjawab pertanyaan mengenai nama penyelenggaraan meski dengan lokasi berbeda, Riena Tambunan punya jawaban ini.

“Nama tetap yakni Indonesia International Marathon meski lokasi berbeda,” pungkas Riena Tambunan.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.